Polda Jabar Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Program MBG


‎Polda Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Peringatan itu disampaikan menyusul pengungkapan kasus dugaan penipuan dan penggelapan penjualan titik SPPG yang menyeret empat tersangka. Dalam praktiknya, para pelaku menawarkan kemudahan memperoleh titik dapur MBG dengan meminta sejumlah uang kepada korban.

‎Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menegaskan bahwa proses pembukaan titik SPPG resmi tidak dipungut biaya.

‎“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap informasi maupun pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Jangan mudah tergiur janji pembukaan titik SPPG dengan imbalan sejumlah uang,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (19/5/2026)

‎Dalam kasus ini, total kerugian korban mencapai hampir Rp2 miliar. Polisi juga telah menyita berbagai barang bukti berupa bukti transfer, percakapan WhatsApp hingga rekening koran yang digunakan para tersangka.

Dir ResKrimum Polda Jabar Kombes Pol. Ade Sapari S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa ‎Keempat tersangka kini menjalani proses hukum dan dijerat dengan pasal penipuan serta penggelapan sebagaimana diatur dalam KUHP.

‎Bandung, 19 Mei 2026

‎Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Related Posts

    Modus Jual Beli Titik Dapur MBG Terbongkar, Empat Tersangka Diamankan Polda Jabar

    ‎Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat berhasil mengungkap praktik dugaan penipuan berkedok pembukaan titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.‎‎Dalam perkara tersebut,…

    Polda Jabar Bongkar Dugaan Penipuan Titik SPPG, Kerugian Korban Capai Rp1,9 Miliar

    ‎Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait penjualan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG fiktif. Dalam kasus ini, empat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *